Murdoch berhadapan dengan anggota parlemen Inggris terkait skandal penyadapan telepon yang dilakukan NOTW terhadap Milly Dowler, seorang anak perempuan yang tewas dibunuh. Didampingi anaknya, James, Murdoch menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan anggota parlemen.
Murdoch juga menyatakan tidak ada bukti bahwa Rebekah Brooks, mantan editor NOTW, dan Les Hinton, CEO Dow Jones & Co mengetahui penyadapan tersebut. Keduanya kini mengundurkan diri setelah skandal penyadapan itu terkuak ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyadap telepon Dowler sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya, mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para korban serangan bom di London, Juli 2005.Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan
terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. NOTW telah berhenti terbit pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Thank you and good bye". Tetapi kasusnya terus berjalan.
Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di AS. Saat ini FBI tengah menyelidiki dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan terburuk di sepanjang sejarah media massa.
Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.
(irw/mad)











































