Pria Tak Dikenal Serang Murdoch dengan Krim Cukur

Pria Tak Dikenal Serang Murdoch dengan Krim Cukur

- detikNews
Selasa, 19 Jul 2011 23:28 WIB
Pria Tak Dikenal Serang Murdoch dengan Krim Cukur
Jakarta - Hearing antara raja media Rupert Murdoch dan parlemen Inggris diwarnai insiden. Seorang pria menyerang Murdoch yang tengah berbicara seputar skandal penyadapan telepon oleh mingguan News of the World (NOTW) miliknya.

Seorang pria berbaju kotak-kotak tiba-tiba saja berjalan ke arah Murdoch, yang duduk berdampingan dengan putranya, James. Pria itu datang dari arah belakang.

Seperti terlihat dari siaran langsung CNN, Selasa (19/7/2011), pria yang belum diketahui identitasnya tersebut bermaksud melempar piring yang dipenuhi krim ke muka Murdoch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksinya kontan membuat Murdoch dan seluruh orang yang berada di ruangan terkejut. Tampak istri Murdoch yang duduk di belakang berusaha mencegahnya. Krim itu mengenai sedikit wajah Murdoch.

Sesuai protokoler, CNN tidak diperbolehkan merekam kejadian selanjutnya. Namun, beberapa menit kemudian, tampak pelaku ditahan di sebuah ruang kaca.

Hearing yang telah berlangsung selama sekitar 2 jam dilanjutkan. Murdoch yang sebelumnya mengenakan jas, kini tinggal dibalut oleh kemeja putih dan dasi warna biru. Barisan pengunjung yang tadinya penuh pun tampak kosong.

Kerajaan media Murdoch mendapat tekanan setelah kasus Milly Dowler, seorang anak perempuan yang tewas dibunuh namun teleponnya disadap oleh NOTW sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya, terungkap.

Mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para korban serangan bom di London, Juli 2005.

Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. NOTW telah berhenti terbit pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Thank you and good bye". Tetapi kasusnya terus berjalan.

Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di AS. Saat ini FBI tengah menyelidiki dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan terburuk di sepanjang sejarah media massa.

Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.

(irw/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads