Departemen Kesehatan Hong Kong menyatakan, hasil tes menunjukkan bahwa tablet Augmentin tersebut mengandung beberapa zat kimia termasuk diisodecyl phthalate (DIDP) yang digunakan untuk melenturkan plastik.
Meski demikian ditekankan bahwa kandungan zat kimia yang ditemukan dalam tablet tersebut dianggap tidak akan menimbulkan dampak berbahaya jika dikonsumsi sesuai dosis yang disarankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Kesehatan Hong Kong juga akan meminta saran dari Departemen Kehakiman mengenai kemungkinan untuk mengambil langkah hukum terhadap GlaxoSmithKline (GSK).
Dalam statemennya, perusahaan obat asal Inggris itu menyatakan, pihaknya telah mulai melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengetahui sumber aditif tersebut.
"GSK tidak dengan sengaja menggunakan pelentur plastik dalam pembuatan Augmentin," tegas GSK dalam pernyataannya. Ditekankan bahwa kandungan zat kimia tersebut jauh lebih rendah dari level yang oleh otoritas AS dan Eropa dianggap berbahaya bagi manusia.
Bulan lalu, otoritas Hong Kong juga memerintahkan penarikan antibiotik Augmentin dalam bentuk sirup setelah ditemukannya kandungan DIDP tingkat tinggi. Diingatkan bahwa konsumsi DIDP dalam tingkat tinggi untuk waktu yang lama bisa berdampak buruk pada hati.
(ita/nrl)











































