PM Inggris Minta Parlemen Tunda Reses

Skandal Murdoch

PM Inggris Minta Parlemen Tunda Reses

- detikNews
Selasa, 19 Jul 2011 11:50 WIB
PM Inggris Minta Parlemen Tunda Reses
London - Gara-gara skandal penyadapan telepon media milik Rupert Murdoch, para anggota parlemen Inggris harus menunda reses mereka. Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron telah meminta para anggota parlemen untuk menunda reses mereka agar parlemen bisa membahas secara detail skandal tersebut pada Rabu, 20 Juli waktu setempat.

Semula para anggota parlemen dijadwalkan melakukan reses tahunan musim panas pada Selasa, 19 Juli waktu setempat. Namun PM Cameron telah mengutarakan keinginannya untuk menggelar pertemuan di parlemen sekembalinya dari kunjungan kenegaraan ke Afrika.

"Adalah baik jika parlemen bertemu pada Rabu," kata Cameron seperti dilansir harian Telegraph, Selasa (19/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Publik Inggris saat ini tengah digegerkan oleh skandal penyadapan telepon yang dilakukan tabloid News of the World (NOTW), salah satu media milik konglomerat media terbesar di dunia, Rupert Murdoch. Akibat skandal tersebut, Murdoch telah menutup News of the World yang telah berumur 168 tahun. NOTW juga dituduh menyuap para polisi untuk mendapatkan informasi.

Dugaan penyadapan telepon oleh NOTW sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun. Selama ini yang diketahui menjadi korban penyadapan adalah kaum selebritis dan tokoh-tokoh publik lainnya.

Namun belum lama ini, skandal tersebut meledak setelah terungkapnya dugaan seorang penyelidik yang bekerja untuk NOTW telah mendengarkan dan menghapus pesan suara seorang remaja berumur 13 tahun yang hilang dan kemudian ditemukan tewas. Dari situ muncul pula dugaan penyuapan terhadap polisi untuk mendapat informasi.

Surat kabar Evening Standard melaporkan sejumlah wartawan dan pejabat senior NOTW mengeluarkan lebih dari 100.000 poundsterling (Rp 1,3 miliar) untuk membayar polisi. Kasus ini tengah dalam penyelidikan.


(ita/nrl)


Berita Terkait