Demikian disampaikan Presiden SBY selaku Ketua ASEAN dalam pembukaan pertemuan ke-4 menteri-menteri luar negeri ASEAN. Pertemuan berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (19/7/2011).
"Ada harapan besar bahwa ASEAN akan mampu mengkonsolidasikan posisi dan menjadi pendorong perdamaian, pembangunan dan kerjasama internasional di Asia Tenggara dan sekitarnya," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia melonjak hingga US$ 100 per barel. Proses perundingan damai konflik Semenanjung Korea yang dimotori 6 negara juga tidak kunjung menunjukkan kemajuan. Sementara itu, arsitektur regional di Asia Pasifik terus berkembang.
Untuk memperkuat momentum ASEAN, maka visi Komunitas ASEAN yang harus terbentuk pada 2015 harus diwujudkan. Banyak pekerjaan yang harus dikebut penyelesainnya sebab tatanan dunia juga berubah sangat cepat.
"Oleh karena itu, pertemuan para menlu ASEAN ini maka para pemimpin ASEAN telah meletakkan fondasi yang baik. Kita harus mendorong lebih keras promosi perdamaian, kerjasama dan stabilitas wilayah. Kita juga harus memberi dorongan lebih besar mewujudkan ASEAN yang bebas senjata nuklir. Seiring dengan mitra dialog, ASEAN harus meningkatkan kapasitasnya untuk respon cepat dan efektif sebuah bencana alam. Melalui kerjasama tersebut kita dapat meningkatkan koordinasi yang lebih baik antara personel militer dalam kegiatan bersama selain perang," papar SBY.
(gds/lh)











































