"Saya mengkonfirmasi dia (Brooks) dibebaskan malam ini dan dijamin hingga akhir Oktober," ujar juru bicara News International David Wilson kepada AFP, Senin (18/7/2011).
Brooks ditahan tengah hari waktu setempat, Minggu (17/7). Dia sempat berada dalam tahanan selama 12 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Polisi Metropolitan London menyatakan wanita ini ditahan usai diperiksa di kantor polisi. Tapi polisi juga tidak menyebutkan identitas wanita tersebut.
"Wanita itu ditangkap dengan dugaan konspirasi untuk menyadap telepon... dan atas dugaan korupsi," demikian statemen dari kepolisian.
Brooks mengundurkan diri Jumat lalu dari posisinya sebagai Direktur News Internasional. Kasus ini terjadi saat ia bekerja sebagai editor di koran News of The World (NOTW).
Kerajaan media Murdoch mendapat tekanan setelah kasus kematian Milly Dowler terungkap. Seorang anak perempuan yang tewas dibunuh namun teleponnya disadap oleh NOTW sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya.
Mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para korban serangan bom di London, Juli 2005.
Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta dan berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. News of the World telah berhenti terbit sejak pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Thank You and Good Bye". Namun kasusnya terus berjalan.
Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di Amerika Serikat. Saat ini FBI tengah menyelidiki dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan yang terburuk di sepanjang sejarah media massa.
Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.
(rdf/feb)











































