Polisi Inggris Tahan Rebekah Brooks

Skandal Penyadapan Telepon

Polisi Inggris Tahan Rebekah Brooks

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2011 20:47 WIB
Polisi Inggris Tahan Rebekah Brooks
London - Kepolisian Inggris menahan bos News International, Rebekah Brooks. Brooks ditahan dalam kasus skandal penyadapan telepon.

Dalam keterangannya, Scotland Yard menjelaskan seorang wanita berusia 43 tahun ditangkap dalam kasus penyadapan telepon dan korupsi. Mereka belum menjelaskan secara detil apakah memang Brooks yang ditahan. Belum ada juga komentar dari News internasional. Demikian ditulis AFP, Minggu (17/7/2011).

Tapi Sky News, yang merupakan jaringan berita milik raja media Rupert Murdoch dan BBC sama-sama memberitakan memang Brooks yang ditahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi Metropolitan London menyatakan wanita ini ditahan usai diperiksa di kantor polisi. Tapi polisi juga tidak menyebutkan identitas wanita tersebut.

"Wanita itu ditangkap dengan dugaan konspirasi untuk menyadap telepon... dan atas dugaan korupsi," demikian statemen dari kepolisian.

Brooks mengundurkan diri Jumat lalu dari posisinya sebagai Direktur News internasional. Kasus ini terjadi saat ia bekerja sebagai editor di koran News of The World (NOTW).

Kerajaan media Murdoch mendapat tekanan setelah keluarga Milly Dowler, seorang anak perempuan yang tewas dibunuh namun teleponnya disadap oleh NOTW sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya, terungkap.

Mingguan NOTW juga diperkirakan menyadap telepon milik para korban serangan bom di London, Juli 2005.

Belakangan diketahui tabloid beroplah 2,8 juta berusia 168 tahun itu kerap melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan. News of the World telah berhenti terbit pekan lalu dengan edisi terakhir berjudul "Thank You and Good Bye". Tetapi kasusnya terus berjalan.

Selain di Inggris, penyadapan telepon diduga juga terjadi di AS. Saat ini FBI tengah menyelidiki dugaan itu. Skandal ini disebut-sebut merupakan terburuk di sepanjang sejarah media massa.

Murdoch adalah raja media asal Australia yang kini menjadi warga negara AS. Dia berkibar dengan bendera News Corp. Media yang dimilikinya antara lain The Sun, The Daily Telegraph, Fox Broadcasting Company dan The Wall Street Journal.

(rdf/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads