China Kecam Pertemuan Obama dengan Dalai Lama

China Kecam Pertemuan Obama dengan Dalai Lama

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2011 08:38 WIB
Beijing - Pertemuan antara tokoh spritual Tibet, Dalai Lama dengan Presiden AS, Barack Obama membuat China bereaksi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Ma Zhaoxu menilai, pertemuan tersebut menodai sikap pemerintah China yang anti dengan gerakan separatis Tibet.

"Tindakan semacam ini terlalu ikut campur dalam urusan internal China dan melukai perasaan rakyat China," ujar Ma Zhaoxu, dalam rilisnya kepada kantor berita China, Xinhua, Minggu (17/7/2011).

Ma memperingati agar AS berhenti ikut campur urusan dalam negeri China dan berhenti untuk berkomplot, terutama dengan gerakan separatis. China menuding Dalai Lama adalah sosok gerakan separatis Tibet yang berbasis Agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tegaskan kepada siapa pun agar tidak boleh mendukung sikap Dalai Lama, apalagi mendukung gerakan separatis 'kemerdekaan Tibet'," Lanjut Ma.

Ma menegaskan, isu tentang Tibet secara eksklusif adalah urusan internal Cina. "Ini komitmen China, dan kita keberatan soal pertemuan Barack Obama dengan Dalai Lama," tegas Ma.

Sebelumnya, dalam pertemuan tertutup dengan Dalai Lama di Gedung Putih, Obama kembali menyatakan dukungannya kepada perjuangan HAM rakyat Tibet

"Presiden menegaskan kembali dukungan kuatnya atas pemeliharaan religiusitas yang unik, budaya dan tradisi lingustik Tibet dan rakyat Tibet di seluruh dunia," demikian pernyataan Gedung Putih, seperti dilansir AFP.

Rilis yang disampaikan Gedung Putih itu disampaikan bersamaan dengan sebuah foto yang menggambarkan Obama, yang tidak mengenakan dasi, mendengarkan dengan respek pemimpin spiritual Tibet yang diasingkan itu. "Dia menekankan pentingnya perlindungan HAM rakyat Tibet di China."

Obama juga menegaskan kembali, AS menganggap Tibet adalah bagian dari Cina. Sementara seperti diketahui, Beijing menganggap Dalai Lama sebagai separatis, meski pemenang Nobel ini menyatakan menerima hukum Cina dan hanya hak yang lebih baik.

"Presiden menekankan pentingnya membangun kemitraan kooperatif AS-Cina," demikian pernyataan.

Obama juga mendorong dialog langsung untuk menyelesaikan perbedaan lama dan dialog akan menghasilkan hasil yang positif untuk Cina dan Tibet. "Dalai lama menyatakan dia tidak mencari kemerdekaan untuk Tibet dan berharap dialog antara perwakilannya dan pemerintahan Cina dapat segera dimulai," kata pernyataan.

Cina telah menggelar 9 kali pembicaraan dengan utusan Dalai Lama, terakhir pada Januari 2010. Akan tetapi, dialog tidak menghasilkan progres yang nyata. Mandeknya dialog itu malah memberi keyakinan rakyat Tibet bahwa Beijing sedang menunggu kematian biksu 76 tahun itu, dan bahwa permintaannya untuk hak yang lebih baik akan lenyap dengan sendirinya.

(lrn/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads