"Ini adalah demonstrasi terbesar sejauh ini. Ini merupakan tantangan yang jelas kepada pemerintah, trutama ketika kita melihat semua angka-angka ini keluar dari Damaskus untuk pertama kalinya," kata Rami Abdurrahman, Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (16/7/2011).
Aktivis dan saksi mata mengatakan, polisi menembakkan gas air mata dan amunisi di Damaskus dan pinggiran kota yang menewaskan sedikitnya 11 orang. Empat lainnya ditembak di Kota Selatan Deraa, dekat perbatasan Yordania.
Sementara itu, tiga pengunjuk rasa ditembak mati di provinsi barat laut Idlib, dekat perbatasan Turki. Pasukan Suriah juga menyerang pedesaan dengan tank-tank. Di Kota Homs, dua orang dikabarkan tewas.
Seorang saksi di Rukn al-Din distrik Damaskus mengatakan ratusan pemuda yang mengenakan masker putih melawan pasukan keamanan dengan tongkat dan batu.
"Turun, turun Bashar al-Assad," teriak demonstran.
Demonstrasi pecah pada Maret 2011 lalu. Assad menghadapi tantangan terbesar selama 40 tahun pemerintahan Partai Baath.
(mei/mad)











































