"Kami meminta maaf," tulis Murdoch dalam sebuah iklan yang ditulis dalam tinta hitam dan dasar putih, seperti dilansir AFP, Sabtu (15/7/2011) dinihari.
"Sincerely, Rupert Murdoch", begitu tulisan di bawah iklan tersebut.
Rencananya, iklan permintaan maaf ini akan muncul di koran milik Murdoch yakni, Sun dan Times yang terbit di Inggris. Media rival mereka, seperti Daily Mail, Daily Telegraph, Financial Times, Independent, dan Guardian juga akan dikirimi iklan permintaan maaf.
Dalam huruf yang lebih kecil dalam iklan tersebut, tertulis: "The News of The World mampu memegang perusahaan lain dalam berbisnis. Tapi gagal ketika datang untuk dirinya sendiri"
"Kami minta maaf untuk kesalahan serius yang terjadi. Kami sangat menyesal atas cedera yang diderita oleh individu yang terkena dampaknya,"
"Kami menyesal bahwa kami tidak bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah."
"Saya menyadari bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. Bisnis kami didirikan pada gagasan bahwa pers yang bebas dan terbuka harus menjadi kekuatan positif dalam masyarakat. Kita perlu terus hidup sampai saat ini," sambungnya.
Koran NOTW yang telah berumur 168 tahun ditutup oleh Murdoch beberapa hari lalu dikarenakan skandal penyadapan telepon. Dugaan penyadapan telepon oleh NOTW sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun. Selama ini yang diketahui menjadi korban penyadapan media tersebut adalah kaum selebritis dan tokoh-tokoh publik lainnya.
Namun belum lama ini, skandal tersebut meledak setelah terungkapnya dugaan seorang penyelidik yang bekerja untuk NOTW telah mendengarkan dan menghapus pesan suara seorang remaja berumur 13 tahun yang hilang dan kemudian ditemukan tewas. Hal itu menimbulkan kemarahan pemerintah dan publik Inggris yang menyebut tindakan tersebut telah kelewatan.
Apalagi kemudian muncul pula dugaan penyuapan terhadap polisi untuk mendapat informasi. Surat kabar Evening Standard melaporkan sejumlah wartawan dan pejabat senior NOTW mengeluarkan lebih dari 100.000 poundsterling (Rp 1,3 miliar) untuk membayar polisi. Kasus ini tengah dalam penyelidikan.
Gara-gara skandal penyadapan telepon yang mendera koran ini, Rebekah Brooks, direktur News International, perusahaan yang membawahi NOTW, langsung mengundurkan diri.
(mad/mei)











































