Khadafi juga telah memerintahkan pasukannya untuk melakukan penghancuran infrastruktur dan fasilitas di wilayah-wilayah yang tak bisa dipertahankan.
Hal tersebut diungkapkan perwakilan khusus Rusia untuk Afrika, Mikhail Margelov seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (15/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PM Libya mengatakan pada saya: jika para pemberontak merebut kota (Tripoli), kami akan memenuhinya dengan rudal-rudal dan meledakkannya," ujar Margelov.
"Saya bayangkan bahwa rezim Khadafi memang memiliki rencana bunuh diri seperti itu," imbuh Margelov yang bulan lalu berada di Libya untuk pembicaraan dengan pemerintah Libya dan kelompok pemberontak.
Komandan tinggi NATO untuk operasi Libya, Letjen Charles Bouchard mengatakan, rezim Khadafi telah memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan infrastruktur dan fasilitas di kota-kota yang tak bisa mereka kuasai.
"Saya bisa laporkan bahwa rezim Khadafi telah memberikan perintah ke pasukannya untuk menghancurkan fasilitas-fasilitas tertentu seiring mereka mundur, seperti kilang-kilang minyak dan aspek lainnya," tutur Bouchard.
Saat ini pertempuran antara pasukan pendukung Khadafi dan kelompok pemberontak terus terjadi. Pesawat-pesawat tempur NATO pun terus melancarkan serangan atas Libya.
(ita/nrl)











































