Dalam sidang PBB di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Sudan Selatan dinyatakan resmi menjadi negara terbaru yang bergabung dalam badan global tersebut sejak Montenegro pada tahun 2006.
Sudan Selatan merupakan negara baru yang terbentuk setelah menyatakan kemerdekaannya pada Sabtu, 9 Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, tugas-tugas ke depan sangat besar. Tapi begitu pula dengan potensi negara ini, dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tanah yang subur, air Nil dan tentu saja rakyat yang bekerja keras dan membanggakan," kata Ki-moon seperti diberitakan Xinhua, Jumat (15/7/2011).
"Kami berjanji membantu Sudan Selatan membentuk masa depannya," tandas pemimpin badan dunia itu.
Wakil Presiden Sudan Selatan Richard Massa Tumi pun berterima kasih kepada PBB atas segala bantuan. "Atas nama rakyat Sudan Selatan dan saya sendiri, tak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan dalamnya terima kasih kami pada kalian," kata Tumi.
"Lewat kegigihan dan dedikasi kalian, kalian telah membantu mengakhiri salah satu perang sipil Afrika yang paling lama," imbuhnya.
Kemerdekaan Sudan Selatan merupakan klimaks dari perjanjian damai tahun 2005 yang mengakhiri perang sipil antara Sudan Selatan dan Utara yang didominasi Arab. Perang saudara itu telah berlangsung beberapa dekade.
(ita/nrl)











































