Murdoch dan putranya, James selaku pemilik News of the World (NOTW) akan hadir dalam sidang hearing parlemen yang akan digelar pada Selasa, 19 Juli mendatang. Demikian seperti diberitakan The Australian, Jumat (15/7/2011).
Dalam kesempatan itu, Murdoch akan menghadapi berbagai pertanyaan mengenai skandal yang telah mencoreng reputasi perusahaan News Corporation milik Murdoch. Akibat skandal ini, Murdoch telah menutup News of the World yang telah berumur 168 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Murdoch, dalam pertemuan pekan depan, dirinya akan merespons hal-hal yang telah beredar di parlemen, yang sebagian merupakan kebohongan total.
"Kami pikir ini penting untuk benar-benar menegakkan integritas kami di mata publik.... Saya merasa yang terbaik adalah bersikap transparan secepat mungkin," kata Murdoch kepada Wall Street Journal.
Disampaikan Murdoch, komite independen yang dibentuknya juga akan menyelidiki semua tuduhan terhadap News Corp.
Dugaan penyadapan telepon oleh NOTW sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun. Selama ini yang diketahui menjadi korban penyadapan adalah kaum selebritis dan tokoh-tokoh publik lainnya.
Namun belum lama ini, skandal tersebut meledak setelah terungkapnya dugaan seorang penyelidik yang bekerja untuk NOTW telah mendengarkan dan menghapus pesan suara seorang remaja berumur 13 tahun yang hilang dan kemudian ditemukan tewas. Dari situ muncul pula dugaan penyuapan terhadap polisi untuk mendapat informasi.
Surat kabar Evening Standard melaporkan sejumlah wartawan dan pejabat senior NOTW mengeluarkan lebih dari 100.000 poundsterling (Rp 1,3 miliar) untuk membayar polisi. Kasus ini tengah dalam penyelidikan.
(ita/nrl)










































