Malaysia Investigasi Kematian Seorang Demonstran

Malaysia Investigasi Kematian Seorang Demonstran

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2011 03:30 WIB
Malaysia Investigasi Kematian Seorang Demonstran
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia berniat melakukan investigasi atas tewasnya seorang demonstran dalam unjuk rasa menuntut pemilu bersih di Malaysia yang pecah, Sabtu (9/7) lalu. Investigasi ini dilakukan untuk menyelidiki tudingan kebrutalan polisi dalam menangani aksi massa saat itu.

Demikian disampaikan oleh salah seorang menteri senior di Malaysia, seperti dilansir AFP, Senin (11/7/2011). Dalam menghadapi aksi massa Sabtu lalu, polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan juga water cannon ke arah demonstran. Bahkan sebanyak 1.667 demonstran sempat ditangkap saat itu hingga menuai kritikan dari sejumlah kelompok HAM.

Namun sangat disayangkan, seorang demonstran bernama Baharuddin Ahmad (59) dilaporkan tewas dalam unjuk rasa tersebut. Belakangan Baharuddin yang berprofesi sebagai sopir taksi ini disebut-sebut polisi meninggal karena serangan jantung saat melintas di lokasi unjuk rasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Hussein menyatakan, pemerintah akan melakukan tinjauan terhadap rekaman video aksi unjuk rasa Sabtu lalu untuk menyelidiki tewasnya Baharuddin. Selain itu, juga untuk mencari tahu kebenaran atas tudingan bahwa polisi menembakkan gas air mata ke sebuah rumah sakit.

"Kami akan menjawab (tudingan-tudingan) tanpa rasa taku ataupun keperpihakan," ucap Hishammuddin.

Lebih lanjut, Hisahammuddin menyatakan bahwa saat itu polisi telah melakukan aksi pencegahan agar kerusuhan massa tak berlanjut. Menurutnya, sekitar 10 ribu orang yang berpartisipasi dalam unjuk rasa di jalan-jalan saat itu tidak memiliki izin resmi dan ilegal.

"Keperihatinan saya yakni pada keselamatan bangsa dan keselamatan rakyat," tegasnya.

"Polisi telah melakukan tugasnya dengan sangat baik, karena bisa saja situasi menjadi lebih buruk. Sangat jelas jika saat itu polisi diprovokasi oleh pihak tertentu," tambah Hishammuddin.

Senada dengan Hishammuddin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak juga membela polisi. Menurutnya, aksi unjuk rasa saat itu dibekingi oleh kelompok oposisi yang berniat mencoreng citra negara.

Namun, pihak demonstran yang menamakan dirinya 'Bersih 2.0' dengan terang-terangan menyalahkan pemerintah atas tewasnya seorang demonstran di tengah unjuk rasa tersebut. 'Bersih' menyebut polisi telah gagal menyediakan pelayanan medis yang memadai dan tepat waktu bagi Baharuddin Ahmad, yang menurut mereka saat itu tengan menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi. Baharuddin diketahui tewas saat tiba di rumah sakit.

Pihak 'Bersih' juga menuding polisi sengaja menembakkan gas air mata ke arah kerumunan demonstran dan melukai banyak orang.

(nvc/irw)


Berita Terkait