Marinir yang hanya diidentifikasi sebagai Jung itu ditemukan tewas oleh rekan-rekannya pada Minggu, 10 Juli malam waktu setempat. Jung gantung diri di ruang mandi barak militer di Pohang.
Para penyidik militer menemukan pesan bunuh diri di lokernya. Surat tersebut berisi keluhan soal hidupnya dan pesan untuk orangtuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini merupakan pukulan baru bagi korps Marinir Korsel setelah seorang kopral yang mengaku menjadi korban bullying, melakukan aksi penembakan brutal pekan lalu.
Dalam kejadian pada 4 Juli tersebut, seorang kopral melakukan aksi penembakan di barak militer di Pulau Ganghwa, sebelah barat Seoul. Empat prajurit tewas dan seorang lainnya terluka dalam kejadian itu.
Kopral bernama Kim tersebut juga terluka usai mencoba bunuh diri dengan meledakkan sebuah granat. Hasil pemeriksaan psikologi militer menunjukkan, Kim tidak stabil dan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan militer. Kim mengaku mengalami bullying dan pemukulan oleh atasannya.
Atas kejadian itu, Kementerian Pertahanan Korsel berjanji akan menghentikan praktik bullying di Korps Marinir dan menghukum para pelaku. Korps Marinir bertanggung jawab untuk menjaga garis depan pulau-pulau di Laut Kuning dekat perbatasan dengan Korea Utara (Korut).
(ita/nrl)











































