Dia mengatakan tindakan seperti itu sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kekacauan dan harus segera dihentikan.
"Kami mendesak orang untuk berpikir secara bijaksana dan berpartisipasi dalam menjaga perdamaian nasional. Tanggung jawab ini tidak terletak dengan polisi saja," katanya seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Minggu (10/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, saat ini polisi telah membebaskan sebanyak 1.667 demonstran. Namun penyelidikan kasus ini tetap akan terus dilakukan.
Kondisi di Kuala Lumpur berangsur normal sejak Sabtu malam. Polisi membongkar barikade dalam aksi terbesar di Malaysia sejak 2007 itu. Pelaku aksi menyebut ada 50.000 orang turun ke jalan, sementara polisi menyebut hanya ada 10.000 orang saja.
Pemilu di Malaysia akan berlangsung awal 2012. Demonstran meminta perubahan dan menolak jual beli suara dan rekayasa lainnya seperti pemilu sebelumnya.
(anw/fiq)











































