Cabral, Sabtu (9/7/2011), saat itu dalam perjalanan menuju bandara untuk terbang ke daerah terdekat dengan Nikaragua, untuk manggung di pertunjukan selanjutnya. Namun, tiba-tiba pria bersenjata menyerang mobilnya.
"Saya tidak tahu bagaimana dan mengapa ini terjadi, karena Facundo terkenal baik di dunia dan saya tidak tahu kenapa seseorang tertarik untuk membunuhnya," kata perwakilan mendiang Facundo, David Llanos, kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kendaraan lain yang ditumpangi pengawalnya juga dihujani 25 tembakan. Beruntung, tidak ada satu pun yang terluka di kendaraan itu.
Presiden Guatemala Alvaro Colom, lewat juru bicaranya, Rolando Robles mengatakan, "Kecewa dengan aksi pengecut ini."
(lrn/lrn)











































