"Dalam perkumpulan ilegal, polisi menahan 1.401 orang dan kami dalam proses investigasi individu-individu yang ditahan, utamanya karena perkumpulan ilegal," kata Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Ismail Omar dalam konferensi pers seperti dikutip AFP, Sabtu (9/7/2011).
Polisi, katanya, "Akan melepas dengan jaminan, secepat mungkin."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika mereka menerima tawaran kami (untuk berdemo di luar ibukota-red), ini pasti dapat dicegah," ujarnya.
Ismail mengatakan, barikade yang didirikan sekitar ibukota Kuala Lumpur, yang telah berubah menjadi Kota Hantu sejak tengah malam, akan dibongkar jika tidak ada insiden susulan.
Seperti diberitakan, para demonstran yang ditangkap juga termasuk para anggota legislatif yang terkait dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Di antara mereka yang ditangkap adalah Abdul Hadi Awang, presiden partai Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), partai oposisi terbesar di Malaysia. Ambiga Sreenivasan, pemimpin Bersih, koalisi yang mengorganisir aksi demo tersebut juga telah ditahan polisi.
Aksi demo tersebut dilakukan untuk menuntut reformasi pemilu yang mencakup langkah-langkah yang akan mencegah para pemilih untuk memilih berulang kali selama pemilu.
Organisasi HAM internasional yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW) mengecam penangkapan para demonstran tersebut.
Warga Malaysia pun memprotes penangkapan tersebut. "Kenapa pemerintah mencoba mengintimidasi warga?" tanya Mohamad Manij Abdullah, seorang pria berumur 50 tahun yang ikut serta dalam demo tersebut.
"Kami hanya berupaya mereformasi pemilu dan memiliki pemerintahan yang adil dan bebas," imbuhnya.
(lrn/ken)











































