Aksi protes tersebut dimotori oleh Bersih, koalisi kelompok-kelompok termasuk organisasi non-pemerintah dan partai-partai politik oposisi. Mereka menuntut reformasi pemilihan umum, termasuk langkah-langkah yang akan mencegah para pemilih untuk memilih berulang kali selama pemilu.
Aparat kepolisian sejak semalam telah menutup jalan-jalan besar menuju Kuala Lumpur dengan memasang barikade. Kemacetan di sejumlah ruas jalan pun terjadi karena polisi memeriksa setiap kendaraan untuk memastikan tidak ada demonstran yang mencoba menyusup ke ibukota Malaysia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang ditangkap termasuk orang-orang yang kedapatan memakai atau memiliki kaos berwarna kuning, simbol warna demonstran. Polisi juga telah menangkap enam orang yang ditahan berdasarkan Undang Undang (UU) Keamanan Dalam Negeri atau ISA yang memungkinkan penahanan tanpa persidangan untuk waktu yang tidak ditentukan.
Pada Sabtu pagi tadi, pusat perbelanjaan dan distrik bisnis di sekitar gedung Menara Kembar Petronas telah dikosongkan. Beberapa toko lainnya ditutup dan orang-orang terpaksa berjalan kaki karena jalan-jalan ditutup untuk kendaraan.
Rute-rute transportasi publik pun dialihkan. Kekhawatiran akan terjadinya kekerasan muncul karena kelompok-kelompok pro-pemerintah pun berencana menggelar aksi demo tandingan.
Ratusan polisi yang dilengkapi dengan peralatan antihuru-hara dan didukung oleh meriam air, telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis di sekitar Kuala Lumpur. Termasuk di dekat masjid nasional sebagai upaya mencegah masyarakat berkumpul di sana.
"Polisi akan melakukan tindakan apapun dalam wewenang mereka untuk menjamin terjaganya keselamatan dan keamanan publik di negara ini," ujar kepala kepolisian Malaysia Ismail Omar.
Namun kelompok Bersih bertekad akan terus melakukan aksi demo mereka. "Ya, kami akan terus berupaya untuk berkumpul di gedung Stadium Merdeka pada pukul 2 siang," cetus Andrew Khoo, anggota komite pengawas Bersih seperti diberitakan AFP, Sabtu (9/7/2011).
"Kami tak punya niat jahat apapun," imbuhnya. Dikatakannya, jika tak ada pemblokiran, mereka memperkirakan sekitar 100 ribu demonstran akan ikut serta dalam aksi ini.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membela tindakan tegas polisi untuk menghentikan aksi demo tersebut. Dia pun membantah anggapan bahwa Malaysia menjauh dari praktik demokrasi.
(ita/ita)











































