Peristiwa itu terjadi saat pesawat mendarat darurat karena hujan badai yang menimpa Kongo. Sebelumnya pihak maskapai menyebut ada 110 orang di dalam pesawat, 53 orang meninggal dan 57 selamat. Namun juru bicara Kementerian Transportasi, Gudile Bualya, menuduh maskapai memanipulasi jumlah penumpang.
Lokasi kecelakaan tidak jauh dari bandara internasional Kisangani, pusat kota komersial dan pelabuhan. "Pilot berusaha untuk mendarat tapi rupanya mereka tidak menyentuh landasan pacu," kata Stavros Papaioannou, Chief Executive Maskapai Penerbangan Hewa Bora seperti dikutip detikcom dari reuters, Sabtu (9/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kongo adalah negara yang memiliki luas sama seperti Eropa Barat, tetapi transportasi darat seperti kereta api dan bus sangat terbatas. Sehingga transportasi udara dan sungai menjadi pilihan untuk perjalanan jarak jauh.
(ape/ahy)











































