"Kolonel mengirimkan sinyal bahwa dia siap meletakkan kekuasaan dengan imbalan jaminan keamanan," demikian diberitakan harian bisnis terkemuka Rusia, Kommersant yang mengutip seorang pejabat Rusia seperti dilansir AFP, Selasa (5/7/2011).
Berita itu muncul sehari setelah pertemuan di Rusia antara kepala NATO Anders Fogh Rasmussen dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang membahas masalah Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber Rusia itu, Pemerintah Prancis juga berjanji akan membantu Khadafi mencegah dirinya diadili di Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda.
(ita/vit)











































