Pria berumur 60 tahun itu mengakui bahwa kata-katanya tersebut dangkal, kasar dan melukai masyarakat yang menderita akibat kerusakan bencana. "Saya minta maaf," ujar Matsumoto seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/7/2011).
Matsumoto menuai kritikan pada akhir pekan saat dirinya menemui gubernur-gubernur dua prefektur yang paling parah dilanda tsunami 11 Maret lalu. Ketika gubernur prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai, datang terlambat beberapa menit ke pertemuan itu, Matsumoto marah besar. Dia menolak menjabat tangan Murai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Self-Defense Force (militer Jepang) melakukan itu karena mereka tahu bahwa yang muda harus menghormati yang lebih tua. Anda mengerti?" cetus Matsumoto, yang kemudian memerintahkan para jurnalis untuk tidak memberitakan pernyataannya tersebut.
Namun ternyata insiden itu ditayangkan di stasiun televisi dan bahkan diunggah ke YouTube hingga menimbulkan kemarahan publik Jepang.
Pengunduran diri Matsumoto menambah panjang daftar menteri yang mengundurkan diri di bawah pemerintahan Perdana Menteri Naoto Kan. Sejauh ini berarti sudah empat menteri yang mundur baik karena skandal ataupun protes atas kepemimpinan PM Kan. PM Kan sendiri terus didesak, bahkan oleh rekan-rekan satu partainya untuk meletakkan jabatan.
(ita/vit)










































