Menteri Kesehatan India Dikecam karena Menyebut Homoseks Penyakit

Menteri Kesehatan India Dikecam karena Menyebut Homoseks Penyakit

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2011 14:38 WIB
Menteri Kesehatan India Dikecam karena Menyebut Homoseks Penyakit
New Delhi - Menteri Kesehatan India Ghulam Nabi Azad menuai kecaman dari para aktivis hak-hak gay di negeri itu. Gara-garanya, pejabat tinggi India itu menyebut homoseksualitas sebagai "tidak wajar" dan "penyakit" yang dibawa ke India oleh warga asing.

Hal itu disampaikan Azad dalam pertemuan para pemimpin distrik dan walikota se-India mengenai pencegahan HIV/AIDS. Dicetuskan Azad, hubungan seks sesama jenis "tidak wajar dan tidak baik bagi India."

"Itu penyakit yang berasal dari negara-negara lain," cetus Azad seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal, komentar Azad tersebut menimbulkan kemarahan para aktivis hak-hak gay. "Saya pikir menteri perlu meminta maaf segera. Dia telah menghina seluruh komunitas homoseksual," kata Mohnish Kabir Malhotra, seorang jurnalis dan aktivis hak gay.

Yang lebih memancing kemarahan adalah karena komentar tersebut dilontarkan dalam pertemuan para pejabat yang bertugas mengkampanyekan dan menerapkan kebijakan pencegahan HIV/AIDS di kalangan rakyat.

"Memiliki sikap yang begitu bias dan tidak peduli terkait konteks mengenai sesuatu yang begitu mendasar adalah sangat berbahaya," ujar Mario D'Penha, ahli sejarah mengenai gerakan hak-hak gay di Asia Selatan.

"Yang menggelikan, berdasarkan komentarnya, bahwa dia mengatakan negara ini membutuhkan lebih banyak pendidikan seks. Ada banyak orang-orang gay di India yang akan senang memberikan pendidikan itu pada menteri tersebut," cetus D'Penha.

Perdana Menteri India Manmohan Singh dan presiden partai berkuasa, Kongres juga menghadiri pertemuan itu. Namun keduanya telah pergi meninggalkan acara tersebut sebelum Azad berbicara.


(ita/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini