Seperti dilansir AFP, Senin (4/7/2011), sekitar 8.000 orang turun ke jalan di kota Mianwali menuju beberapa gedung pemerintah. Aksi kemudian menjadi liar saat massa mulai merusak toko-toko dan melempari polisi dengan batu.
Polisi pun berusaha menghalau massa dengan menembakkan gas air mata. Massa yang kian beringas malah menghancurkan billboard dan menyerang kendaraan yang lewat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka melakukan tindakan kekerasan, melempari polisi dengan batu. Jumlah mereka terus meningkat," kata Nazir. Dia menambahkan para pengunjuk rasa berusaha mengepung perusahaan listrik.
Saat ini China telah membangun sebuah pabrik berkapasitas 300 megawatt tenaga nuklir di Chashma, Pakistan. Bulan lalu, dibuka lagi satu pabrik dengan kapasitas produksi 330 megawatt listrik.
Pakistan, negara Muslim dengan populasi 167 juta jiwa ini hanya menghasilkan 80 persen dari kebutuhan listrik nasional. Pakistan berencana memproduksi 8.000 megawatt listrik pada tahun 2025 untuk mengatasi kekurangan energi yang memicu aksi protes dengan kekerasan setiap musim panas.
(anw/Ari)











































