"Saya telah berbicara dengan para pemimpin militer. Kami akan membiarkan para politikus menyelesaikannya. Militer tak akan terlibat," kata Jenderal Prawit Wongsuwon kepada kantor berita AFP, Senin (4/7/2011).
"Rakyat telah berbicara dengan jelas jadi militer tak bisa berbuat apa-apa. Kami menerimanya," tandas Prawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengamat politik telah menyatakan, hasil pemilu yang tidak berbeda jauh bisa memicu kembali serangkaian aksi protes atau intervensi militer. Namun kemenangan yang mutlak oleh oposisi menyulitkan para jenderal untuk melakukan kudeta.
"Biarkan para politikus yang terpilih bekerja. Kami tak bisa menghalangi mereka. Mereka tidak melakukan kesalahan," tegas Prawit.
Dengan kemenangan partai Puea Thai, Yingluck akan menjadi PM wanita pertama di negeri Gajah Putih itu. Sebelumnya dalam kampanye, wanita berumur 44 tahun itu telah mengatakan bahwa meski bersaudara dengan Thaksin namun dirinya tidak bekerja untuk Thaksin. Ibu satu anak itu pun mengajak seluruh warga Thai untuk bersatu.
(ita/vit)











































