"Semua pihak harus menghormati keputusan pemilih," kata Thaksin dari persembunyiannya di Dubai seperti dikutip AFP, Minggu (4/7/2011).
"Saya pikir orang ingin melihat rekonsiliasi. Mereka ingin maju. Puea Thai (partainya Yingluck) datang dengan kebijakan yang jelas tentang rekonsiliasi. Kami tidak akan membalas dendam," tambah Thaksin yang digulingkan militer tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut survei Universitas Suan Dusit, Puea Thai memperoleh 313 kursi dari total 500 kursi yang diperebutkan dalam pemilu. Sementara lawannya, Partai Demokrat yang mengusung calon incumbent Abhisit, hanya memperoleh 152 kursi.
Hasil itu membuat Yingluck memperoleh jalan lebar untuk menuju kursi PM. Ia akan menjadi wanita pertama di Thailand yang menduduki jabatan tersebut. Perempuan yang berlatar belakang bisnis ini mengaku mewarisi sifat dan bakat politik kakaknya.
Puea Thai mengusulkan pemberian amnesti bagi tahanan politik, yang terlihat sebagai upaya untuk membawa pulang Thaksin. Thaksin berada di luar negeri untuk menghindari penjara dalam kasus korupsi.
(irw/irw)











































