Meski Chavez menekankan bahwa dirinya saat ini sudah mulai pulih, namun pengakuan Chavez tersebut menimbulkan kecemasan para pendukungnya. Bahkan ada pula yang menyangkalnya.
"Ini dusta, Chavez tidak mengidap kanker. Saya tidak tahu kenapa dia berkata begitu tapi itu tidak benar," cetus Luis, seorang pekerja di sebuah plaza di Caracas seperti dilansir AFP, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tak perlu khawatir. Kanker itu penyakit yang bisa disembuhkan," kata Javier.
Selama beberapa pekan terakhir, para pendukung Chavez bertanya-tanya atas rumor mengenai Chavez yang menderita kanker. Bahkan mereka mengecam rumor tersebut sebagai rekayasa oposisi.
Namun dengan pengakuan Chavez, spekulasi tersebut terjawab sudah. Meski belum jelas sampai kapan Chavez akan berada di Kuba untuk menjalani pengobatan.
Akibat kondisi kesehatan Chavez tersebut, Venezuela terpaksa menunda KTT negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), yang seharusnya digelar 5 Juli mendatang. Hal itu bertepatan dengan HUT kemerdekaan ke-200 negara tersebut.
Para pengamat politik menilai penundaan KTT ini merupakan pukulan keras bagi Chavez. Apalagi Chavez dijadwalkan menjadi ketua blok regional yang baru dibentuk itu.
(ita/vit)











































