"Kita harus mendahulukan perdamaian negara di atas semuanya karena dakwaan tersebut bukan penghakiman," kata PM Libanon Najib Mikati usai perilisan nama-nama tersangka.
"Sensitivitas masalah ini meminta kita untuk bertindak tepat guna mencegah mereka yang mencoba menimbulkan perselisihan," imbuh Mikati seperti dilansir News.com.au, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua orang tersangka tersebut termasuk Mustafa Badreddine, seorang pejabat senior Hizbullah dan ipar dari Imad Mughniyah, komandan militer Hizbullah yang terbunuh di Damaskus, Suriah, pada tahun 2008.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Hizbullah. Rafik Hariri tewas dalam serangan bom di Beirut, Libanon, pada Februari 2005. Insiden itu juga menewaskan 22 orang lainnya.
(ita/vit)











































