Hal itu dilakukan di tengah upaya pemerintah Pyongyang untuk membangun kembali perekonomian negeri itu. Kepada rakyat Korut, pemerintah menyatakan bahwa negara tersebut akan mencapai tujuan menjadi "negara yang hebat, makmur dan kuat" pada tahun 2012 mendatang, yang akan menandai peringatan 100 tahun pendiri Korut, Kim Il-sung.
Demikian diberitakan harian Telegraph, Kamis (30/6/2011) yang melansir pemberitaan media Korea Selatan (Korsel).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para mahasiswa selanjutnya akan ditempatkan untuk bekerja di proyek-proyek konstruksi di kota-kota besar. Juga ada indikasi bahwa mereka akan dikerahkan untuk melakukan upaya perbaikan di sektor pertanian yang terkena dampak badai besar belum lama ini.
Namun para analis di Jepang menduga, ada alasan-alasan lain di balik keputusan tersebut.
"Salah satu alasan adalah adanya kemungkinan demonstrasi di kampus-kampus," kata Toshimitsu Shigemura, seorang profesor di Universitas Waseda di Tokyo, Jepang.
"Kepemimpinan (Korut) telah melihat 'Revolusi Melati' di Afrika dan sangat takut bahwa hal yang sama bisa terjadi di Korut," imbuh penulis beberapa buku tentang kepemimpinan Korut tersebut. "Mereka takut itu bisa dimulai di universitas-universitas," tuturnya.
Dikatakan Profesor Shigemura, pemerintah Korut juga telah membeli peralatan anti huru-hara dari China beberapa bulan terakhir termasuk gas air mata dan tongkat polisi. Sementara keberadaan polisi juga telah ditingkatkan di titik-titik penting di Pyongyang dalam beberapa bulan ini.
(ita/fay)











































