Pemimpin berumur 75 tahun itu telah menjalani operasi jantung pada awal tahun ini di sebuah rumah sakit di Singapura. Menurut putra Somare, Arthur Somare, keluarganya telah memutuskan soal pengunduran diri tersebut tanpa mengkonsultasikannya terlebih dulu dengan Somare.
"Komplikasi ini telah semakin menunda waktu untuk Sir Michael diharapkan sembuh dan kembali ke Papua Nugini," kata Arthur yang menjadi anggota parlemen seperti dilansir AFP, Selasa (28/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara Arthur, Somare saat ini masih tetap dirawat di ruang intensif dan tidak dalam kondisi cukup bagus untuk membahas pengunduran dirinya. Akibatnya keluarga harus mengambil keputusan tersebut tanpa berkonsultasi dengan Somare.
Somare pertama kali menjadi PM pada tahun 1975 silam setelah memimpin negaranya selama tahun-tahun terakhir penjajahan Australia sebagai kepala menteri.
(ita/fay)











































