Dalam operasi yang diberi nama "Operation Unified Protector" tersebut, sudah 5 ribu serangan udara yang dilancarkan atas Libya, sebagian besar di sekitar Tripoli, ibukota Libya, Misrata di Libya barat, Brega di Libya timur dan Pegunungan Nafusa di sebelah selatan Tripoli.
Hingga saat ini NATO masih membombardir sekitar 50 target setiap hari. Namun meski Libya terus digempur NATO, Muammar Khadafi bersikeras untuk terus berkuasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan, telah terjadi kontak antara pemerintah Libya dengan kubu pemberontak, khususnya mengenai nasib Khadafi.
"Saya tahu mereka membahas, misalnya soal nasib Khadafi, yang merupakan pertanyaan sentral saat ini," kata Juppe pada radio Prancis, RTL.
Pemerintah Libya mengklaim, serangan-serangan udara yang dilancarkan NATO telah menewaskan ratusan warga sipil di Libya. Namun sejauh ini tak ada keterangan resmi dari pihak NATO mengenai jumlah warga sipil yang menjadi korban.
(ita/fay)











































