Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak yang hadir dalam acara ini mengatakan, manajemen konflik sangat penting diberikan dalam program pranikah untuk mengatasi masalah perkawinan yang belakangan semakin serius di Negeri Jiran tersebut.
Dia mengatakan masalah perkawinan dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan negara, sehingga meredam upaya pemerintah untuk menghasilkan pemuda yang bisa menjadi pemimpin yang kuat dan beriman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib mengatakan, diadakannya kursus pranikah ini membuktikan pemerintah serius dalam melestarikan institusi keluarga.
Menurut Najib, program-program seperti 'Gathering Satu Juta Generasi Muda di Putrajaya', 'MyFirst Skema House' dan 'Parlemen Pemuda' yang akan dilaksanakan setelah kursus ini membuktikan keseriusan pemerintah terhadap kelompok ini.
"Bantuan ini merupakan cerminan dari komitmen pemerintah untuk membantu semua kelompok terlepas dari ras atau agama," katanya.
(anw/feb)











































