Nasrallah menolak menyebutkan identitas kedua orang tersebut. Namun dikatakannya, saat ini ada pula orang ketiga yang sedang diselidiki karena diduga menjadi mata-mata untuk CIA.
"Hasil penyelidikan kami telah menemukan bahwa perwira-perwira intelijen (CIA) telah merekrut dua anggota kami secara terpisah, yang tidak akan kami sebutkan namanya guna menghormati privasi keluarga mereka," kata Nasrallah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kedua anggota Hizbullah itu direkrut oleh agen-agen CIA yang menyamar sebagai diplomat-diplomat di kedutaan AS di Beirut, Libanon. Nasrallah pun menyebut kedutaan AS di Beirut sebagai "sarang mata-mata".
Namun seorang jurubicara kedutaan AS di Beirut menyatakan tuduhan Nasrallah tersebut tidak mempunyai dasar. "Ini merupakan tuduhan-tuduhan kosong Hizbullah yang berkali-kali telah kami dengar," ujar jurubicara itu.
Nasrallah juga mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki apakah seorang anggota Hizbullah lainnya juga telah direkrut oleh CIA, Mossad (badan intelijen Israel) atau badan intelijen sebuah negara Eropa.
(ita/ita)











































