"Tak lama setelah kami mengudara saya membungkus tubuh saya dengan selimut dan langsung tertidur," kata Kargopolova pada portal berita lifenews.ru seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (23/6/2011).
"Saya merasakan guncangan yang hebat ketika saya tidur dan dari sudut mata saya melihat cahaya yang menyilaukan. Kemudian saya mendengar dentuman mengerikan," kata wanita yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Petrozavodsk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pingsan dan baru siuman ketika seorang gadis berambut gelap yang tidak saya kenal menarik saya keluar dari pesawat. Saya sangat ingin mengucapkan terima kasih padanya, namun sayang saya tidak tahu siapa dia," tutur Kargopolova.
Menurut para dokter, dari semua korban yang selamat, Kargopolova mengalami luka-luka yang paling ringan. Dia hanya mengalami dua atau tiga patah tulang iga.
"Saya selamat dan ini keajaiban," tuturnya.
Para dokter sebenarnya menawarkan kesempatan bagi Kargopolova untuk terbang ke Moskow guna melanjutkan proses penyembuhannya, namun wanita itu menolaknya. Alasannya, dia tak mau lagi pergi dengan pesawat terbang seumur hidupnya.
Enam korban selamat lainnya saat ini dalam kondisi yang jauh lebih buruk. Bahkan dua di antaranya sedang kritis.
(ita/fay)










































