Wanita berumur 38 tahun itu, bulan lalu mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi untuk memberikan dukungan material dan sumber daya ke organisasi teroris asing tertentu. Demikian disampaikan Departemen Kehakiman AS.
"Uang merupakan sumber hidup organisasi teroris, dan menghentikan aliran uang adalah komponen kunci untuk mencekik organisasi-organisasi ini," kata Jaksa AS untuk Distrik Utara Ohio, Steven Dettelbach dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan tersebut kemudian setuju untuk mengirimkan uang dengan menyembunyikannya dalam Chevrolet Trailblazer tahun 2004 yang akan mereka kirim ke Libanon via kapal kontainer.
Dalam sebuah pertemuan dengan sumber tersebut, Amera Akl mengatakan bahwa dirinya "memimpikan untuk berpakaian seperti Hizbullah, membawa senjata dan mati sebagai martir."
Sama seperti istrinya, Hor Akl bulan lalu juga mengaku bersalah atas lima dakwaan termasuk konspirasi memberikan dukungan material dan sumber daya ke organisasi teroris asing tertentu. Menurut Departemen Kehakiman AS, vonis terhadap pria berusia 38 tahun itu akan diputuskan beberapa bulan mendatang.
(ita/nrl)











































