Seperti dikutip dari situs Reuters.com, Senin (20/6/2011), pejabat Libya mengajak wartawan ke daerah perumahan di al-Juma Souq Tripoli di mana mereka melihat beberapa mayat ditarik dari puing-puing bangunan yang hancur.
Kemudian, di rumah sakit, mereka menunjukkan mayat dua anak dan tiga orang dewasa yang termasuk di antara mereka tewas dalam serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat Libya sebelumnya menyebutkan korban tewas di tujuh namun Obeidi mengatakan ada sembilan tewas dan 18 terluka.
"Kami tidak akan pernah mengampuni, kita tidak akan pernah lupa, kita di sini, di tanah kami, bersatu dengan pemimpin kami, siap untuk perdamaian dan siap untuk memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami," katanya dalam konferensi pers.
(her/asp)











































