Pria itu berhasil diidentifikasi dengan nama Yonathan Melaku (22) warga Alexandria, Virginia dari korps cadangan marinir.
"Melaku memiliki sebuah ransel yang berisi bahan-bahan yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan masalah keselamatan publik," kata FBI seperti dikutip dari situs AFP, Sabtu (18/6/2011).
Ahli penjinak bom kemudian diturunkan dalam aksi ini. Ia mencari sebuah kendaraan Nissan berwarna merah di dalam hutan yang diduga ada bahan peledak, namun tidak ditemukan.
Melaku ditangkap karena tidak kooperatif saat menjawab sejumlah pertanyaan. Padahal Melaku yang masuk menjadi tentara sejak 2007, pernah mendapat penghargaan.
Hingga saat ini, Melaku masih berada di dalam tahanan. Rumah pribadinya juga telah digeledah oleh polisi.
(mok/mok)











































