Seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (18/6/2011), pidato Khadafi yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi milik pemerintah menyatakan tentara dan rakyat Libya akan berjuang bersama untuk mengusir NATO. Pidato ini hanya berselang beberapa jam dari ledakan yang sempat mengguncang Libya.
"Mereka akan segera dikalahkan, NATO sudah terdesak dan akan segera dipukul mundur," tegas Khadafi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika mereka datang kami akan hadapi, namun mereka semua adalah pengecut dan tidak mungkin akan berani. Bersiaplah rakyatku untuk membela Libya dari serangan para penjajah," seru Khadafi.
Dalam sebuah bentrokan terbaru di kota Misrata, pasukan Khadafi telah menewaskan sekitar 10 orang dan melukai 40 lainnya dalam usaha mereka untuk merebut kembali kota Misrata yang dikuasai oleh pasukan pemberontak.
"Semua korbannya adalah para warga sipil yang tidak bersalah. Jenazah mereka dapat ditemukan diantara puing-puing rumah yang hancur diterjang oleh roket pasukan Khadafi," ujar Juru Bicara Pasukan Oposisi, Ahmed Hassan.
Unjuk rasa di Libya yang sudah berlangsung lebih dari 5 bulan ini sudah memakan korban ribuan orang. Aksi protes yang dilakukan oleh rakyat Libya ini dilakukan untuk mengganti rezim Khadafi yang dianggap korup dan tidak memberikan kesejahteraan kepada rakyat.
Khadafi sendiri sudah memerintah Libya sejak 1969. Khadafi mengambil alih kepemimpinan di Libya, setelah sebuah kudeta militer tidak berdarah yang dilakukannya terhadap kepala pemerintahan pada masa itu.
(mok/mok)











































