Bom berdaya ledak kuat itu ditemukan dalam sebuah tas yang tidak diketahui pemiliknya.
"Pasukan keamanan sedang melakukan pemeriksaan rutin ketika mereka menemukan sebuah tas kecil namun berat dan atas kecurigaan, mereka memeriksa dan mendeteksi bom tersebut disembunyikan dengan rapi," kata Inspektur Jenderal Kepolisian Assam, Bhaskarjyoti Mahanta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua penumpang KA segera dievakuasi sebelum tim penjinak bom bekerja untuk menjinakkan bahan peledak tersebut. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas percobaan serangan bom tersebut.
Setidaknya 10 ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas di wilayah Assam dikarenakan pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak yang menuntut kemerdekaan dari India.
Awal tahun ini, salah satu kelompok pemberontak terbesar, United Liberation Front of Asom (ULFA), mengumumkan akan bergabung dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri aksi pemberontakan yang telah berlangsung 31 tahun. Kepolisian setempat menduga, aksi percobaan pengeboman tersebut dilakukan oleh kelompok militan lokal yang menentang pembicaraan damai yang tengah berlangsung tersebut.
(ita/nrl)











































