Peneliti dari Laboratorium Agrobioteknologi China Agricultural University menyisipkan DNA manusia pada DNA embrio sapi perah Holstein, kemudian embrio itu dimasukkan pada indukan sapi.
"Secara genetik, susu sapi modifikasi ini 80 persen sama dengan ASI. Susu sapi kami mengandung sebagian besar kandungan ASI, dalam hal protein dan antibodi yang kita percaya bagus untuk kesehatan dan meningkatkan sistem imun," ujar pemimpin riset ini Prof Li Ning seperti dilansir Reuters, Kamis (16/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang, lebih dari 300 sapi hasil rekayasa genetika ini hidup dalam peternakan percobaan di pinggiran Beijing. Riset yang juga didukung perusahaan bioteknologi China ini, juga mengusahakan agar susu sapi ini bisa dilemparkan ke pasar dalam 3 tahun ke depan.
"Sebelum susu ini bisa dipasarkan, untuk manusia khususnya bayi, dibutuhkan uji keamanan yang ketat. Hanya setelah tahap ini pemerintah bisa memeriksa dan menyetujui sertifikat untuk tujuan komersial," imbuh Ning.
Di balik segala potensinya, riset ini juga menuai kritikan yang mempertanyakan keamanan pangan dari organisme yang sudah mengalami rekayasa genetik, seperti efek dari kesehatan sapi-sapi itu.
(nwk/nrl)











































