Presiden Kazakhstan Minta Austria Ekstradisi Mantan Menantunya

Presiden Kazakhstan Minta Austria Ekstradisi Mantan Menantunya

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2011 15:44 WIB
Presiden Kazakhstan Minta Austria Ekstradisi Mantan Menantunya
Astana - Presiden Khazakhstan Nursultan Nazarbayev mendesak Austria untuk mengekstradisi mantan menantunya, Rakhat Aliyev, yang didakwa melakukan penculikan dan pembunuhan bankir di Kazakhstan.

Demikian dilaporkan media pemerintah setempat, Kamis (16/6/2011) sebagaimana dilansir AFP. Rakhat Aliyev, yang menikah dengan putri tertua Nazarbayev, Dariga, hingga bercerai pada 2007, telah dijatuhi hukuman penjara cukup lama dalam peradilan in absentia di Kazakhstan untuk kasus penculikan dan pembunuhan bankir tersebut.

Tekanan pada Wina untuk mengirim pulang musuh bebuyutan Presiden Nazarbayev yang dulunya orang kepercayaannya itu kini semakin meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda perlu melakukan semua cara untuk mengekstradisi para kriminal, sehingga mereka yang bersalah pada pembunuhan bankir diadili dan bertanggung jawab di depan hukum," ujar Nazarbayev kepada para pejabat penegakan hukumnya.

"Austria adalah mitra kita yang memiliki hubungan ekonomi yang besar. Sekarang pemerintah Austria tidak memiliki alasan untuk tidak mengekstradisi para kriminal itu sehingga keadilan bisa ditegakkan," imbuhnya.

Jaksa di Kazakh menjerat Aliyev dalam kasus pembunuhan dua manajer puncak bank bernama Nurbank, Zholdas Timraliyev dan Aybar Khasenov, pada tahun 2007. Jenazah keduanya ditemukan bulan lalu di kaki gunung ibukota finansial Kazakhstan, Almaty.

Kazakhstan telah mencari upaya ekstradisi pada Aliyev yang kabur ke Austria sejak 2007. Aliyev mengklaim dia adalah korban konspirasi politik yang bertujuan menjegal langkahnya menuju kursi kepresidenan menantang mertuanya sendiri. Mantan dubes untuk Austria ini pada tahun 2008 diadili secara in absentia atas berbagai tuduhan, termasuk penculikan dan upaya kudeta.

Wina menolak permintaan ekstradisi Kazakh, dengan menyatakan Aliev tidak akan mendapatkan peradilan yang adil di negerinya.

(nrl/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads