Hal itu disampaikan oleh Menteri Wanita, Keluarga dan Pembangunan Komunitas Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil. Dikatakannya, banyak suami mengatakan padanya bahwa mereka malu dengan persepsi bahwa kaum pria menuntut hal-hal tertentu dari istri mereka dan akan pergi jika mereka tidak mendapatkannya.
"Saya juga diberondong pertanyaan ketika saya berada di Kazakhstan, yang menanyakan apakah kaum wanita muslim di Malaysia takluk dan gampang dipojokkan oleh setiap orang dan oleh suami-suami mereka," kata Shahrizat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klub Istri Patuh menjadi pemberitaan internasional pekan lalu dengan pesannya bahwa para istri harus mematuhi dan melayani suami mereka dengan segala cara, termasuk dengan menjadi "lebih baik dari pelacur kelas atas" dalam urusan ranjang.
Ditegaskan Shahrizat, klub tersebut hanyalah klub kecil dan tidak mewakili semua muslim di Malaysia.
Bu Menteri tersebut juga mengingatkan, masyarakat tidak boleh memanipulasi poligami untuk kepentingan mereka sendiri sebab poligami harus memenuhi syarat-syarat dan dilakukan dengan benar.
(ita/nrl)










































