Pemungutan suara pemilu Turki yang berlangsung hari ini, Minggu (12/6/2011), telah resmi ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat.
Menurut exit polls yang dipantau detikcom dari CNN Turki dari Novinite, dari 30% suara yang telah dihitung, AKP sementara meraih 52% suara, disusul partai oposisi terbesar yakni Partai Rakyat Republiken 23% dan Partai Aksi Nasionalis 13%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekurangnya ada dua faktor determinan yang membuat Erdogan dan partainya tetap berjaya. Pertama, faktor ekonomi. Di bawah kekuasaan AKP, Turki mengalami pertumbuhan ekonomi luarbiasa.
Ketika AKP naik kuasa di 2002, negara ini hampir bangkrut dan sudah tergeletak diinfus oleh IMF. Kini Turki menjadi kekuatan ekonomi terbesar urutan ke-17 dan masuk G20. Erdogan berambisi pada 2023 Turki sudah harus menjadi kekuatan ekonomi 10 Besar dunia.
Kedua, faktor kharisma Erdogan sebagai pemimpin. Jika mantan walikota Istanbul itu berorasi di atas podium dua sampai dua setengah jam, massa bisa betah menyimak dan mendengarkan.
Meskipun hampir dipastikan akan memenangi pemilu dan suaranya naik dari pemilu sebelumnya (47%), namun AKP belum berhasil mencapai 2/3 kursi di parlemen, sehingga tak cukup mandat untuk melakukan amandemen Konstitusi 1982.
PM Erdogan disebut-sebut akan melakukan amandemen konstitusi Turki menurut model presidensial seperti Prancis.
(es/es)











































