10-15 Ribu Orang Tewas Selama Krisis di Libya

10-15 Ribu Orang Tewas Selama Krisis di Libya

- detikNews
Jumat, 10 Jun 2011 03:17 WIB
Washington - Empat bulan sudah pertempuran antara pasukan Muammar Khadafi dan oposisi yang dibantu NATO berlangsung. Korban berjatuhan baik dari kedua belah pihak maupun masyarakat sipil. Diperkirakan, 10-15 ribu orang tewas selama krisis di Libya ini.

Data itu diungkapkan oleh Cherif Bassiouni, pemimpin misi HAM PBB di Libya seperti dikutip reuters, Kamis (9/6/2011).

Cherif mengungkapkan, ia menemukan bukti kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh pasukan Khadafi. Termasuk di antaranya serangan terhadap penduduk sipil, sukarelawan, serta unit medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan pro Khadafi juga menggunakan pesawat, tank, artileri, roket, dan penembak jitu dalam melancarkan aksinya. Libya telah membantah temuan ini dan menuduh kalangan oposisilah yang telah berperilaku kanibal selama konflik.

Namun, misi PBB juga menemukan beberapa bukti pelanggaran yang dilakukan pihak oposisi.

Di Amerika Serikat (AS), Direktur Central Inteligence Agency (CIA) Leon Panetta mengatakan, krisis Libya akan segera berakhir. Khadafi akan mengundurkan diri bila masyarakat internasional terus melakukan tekanan terhadap rezimnya.

"Kami telah melihat rezim melemah secara signifikan," kata pria yang dinominasikan menjadi menteri pertahanan AS ini dalam sidang Senat AS.

Menurut Leon, oposisi telah menguasai kawasan timur dan barat Libya. Dari situ terlihat tanda-tanda pula bahwa pemerintahan Khasafi akans segera berakhir.

"Khadafi akan mengundurkan diri," katanya.


(irw/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads