Hal itu disampaikan pejabat-pejabat Pakistan menyusul kabar tewasnya Kashmiri dalam serangan pesawat tak berawak AS pekan lalu di Pakistan.
Menurut pejabat-pejabat Pakistan seperti diberitakan Telegraph, Rabu (8/6/2011), Kashmiri telah menggelar pertemuan para pemimpin militan untuk membahas penyerangan kedutaan-kedutaan asing dan juga mencoba meracuni pasokan makanan NATO yang dalam perjalanan menuju Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat Pakistan mengungkapkan, Kasmiri menelepon para komandan Taliban Pakistan termasuk Asmatullah Maavia, Amjad Farooqui dan Badar Mansoor untuk bertemu di Waziristan Utara beberapa hari sebelum dia dikabarkan tewas.
Mengenai kabar kematian Kahsmiri, pejabat-pejabat pemerintah AS meragukan hal tersebut. Meskipun Pakistan telah memberi kepastian mengenai kematian Kashmiri dalam serangan pekan lalu. Namun pejabat-pejabat AS tetap berasumsi bahwa Kashmiri masih hidup.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik mengatakan, dirinya bisa membenarkan "100 persen" bahwa Kahsmiri tewas ketika pesawat tanpa awak AS, Predator melepaskan tiga rudal ke sebuah rumah di Waziristan Selatan saat Kashmiri dan rekan-rekannya berkumpul.
Namun pejabat-pejabat AS tak bisa mengkonfirmasi kematian Kashmiri. "Bukan pertama kali laporan kematian dia terbukti salah. Kami saat ini tak bisa mengkonfirmasi laporan kematian Kashmiri. Asumsi kami saat ini adalah bahwa dia masih berkeliaran," ujar seorang pejabat AS.
(ita/nrl)










































