Penting untuk Saling Menerima Satu Sama Lain

Konferensi Godollo

Penting untuk Saling Menerima Satu Sama Lain

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2011 16:38 WIB
Penting untuk Saling Menerima Satu Sama Lain
Godollo - Memahami dan kerendahan hati adalah sangat penting. Kita harus saling berdialog, saling mendengarkan dan sangat penting untuk saling menerima satu sama lain.

Hal itu disampaikan Duta Besar Israel untuk Republik Hungaria Aliza Bin-Noun dalam trialog Kristen-Yahudi-Islam pada konferensi tingkat Menteri Negara di GΓΆdΓΆllΕ‘, Hungaria, Kamis (2/6/20110).

Berbicara mengenai situasi umat beragama dan kelompok etnik di Israel, Aliza Bin-Noun menggarisbawahi bahwa Israel juga rumah bagi umat tiga agama besar di dunia, di samping Yahudi juga ada minoritas Arab dan Kristen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diingatkan bahwa berbagai umat beragama tersebut telah meningkatkan koeksistensi dengan mulus di Israel.

"Hal itu direfleksikan oleh fakta bahwa Arab telah menerima hak suara di 1948 dan sejak itu perwakilan politik mereka di parlemen Israel terus meningkat," ujar Bin-Noun.

Bin-Noun juga menyinggung kunjungan Paus Johannes Paulus II ke Israel di 2000, di mana hal itu menjadi batu loncatan dalam dialog Kristen-Yahudi.

Jembatan

Sementara itu Dubes AS untuk Republik Hungaria Eleni Tsakopoulos Kounalakis menyambut pilihan topik oleh kantor kepresidenan Hungaria.

"Kini saatnya untuk berbicara tentang bagaimana agama membangun jembatan yang menghubungkan, bukan dinding yang memisahkan," papar Kounalakis.

Kounalakis menunjukkan bahwa di Amerika kebebasan agama mempunyai Memorial Day sendiri dan baik Presiden Barack Obama maupun Menlu Hillary Clinton peduli mengenai masalah ini.

"Adalah penting untuk menyiapkan organ hukum untuk mencegah manifestasi kebencian dan diskriminasi. AS mendorong kebebasan menjalankan agama sebagai landasan toleransi kebudayaan dan koeksistensi damai," demikian Kounalakis.

Bulan Sabit dan Salib

Dubes Mesir Elhefny Mahmoud menekankan dalam pidatonya bahwa perubahan substansial sedang berlangsung di Afrika Utara dan terjadi kemajuan signifikan dalam demokrasi dan kebebasan agama, yang perlu dukungan dari Eropa.

"Kejahatan dengan motif agama diinvestigasi dan masyarakat didorong untuk menjalankan agama mereka dengan bebas," ujar Mahmoud mengenai perkembangan di negaranya.

Menurut Mahmoud, rumah-rumah ibadah yang telah ditutup harus dibuka untuk beribadah para umatnya. "Tujuan kami adalah untuk memiliki masyarakat yang damai secara menyeluruh. Kami mencoba menyatukan Bulan Sabit dengan Salib," pungkas Mahmoud.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads