Belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat serangan tersebut. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (1/6/2011).
Lebih dari sepekan ini, pesawat-pesawat tempur NATO menggencarkan serangan di Tripoli. Khususnya di distrik Bab al-Aziziya, lokasi kediaman pemimpin Libya Muammar Khadafi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan Ibrahim, Khadafi tidak akan mundur. Menurutnya, kepergian Khadafi akan menjadi skenario terburuk bagi Libya. Diingatkan Ibrahim, kekacauan akan timbul tanpa Khadafi berkuasa dan Libya akan mengalami perang saudara.
Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma juga menyatakan bahwa Khadafi tak akan meninggalkan Libya.
"Kolonel Khadafi meminta dihentikannya bombardir guna memungkinkan dialog Libya. Dia menekankan bahwa dirinya tidak siap untuk meninggalkan negara," demikian pernyataan kantor Zuma usai pertemuan dengan Khadafi pada Senin, 30 Mei lalu.
(ita/nrl)











































