Akibat percobaan bunuh diri itu, pembantu rumah tangga (PRT) bernama Sulastri Wardyoyo itu kini mengalami kerusakan otak. Menurut harian Singapura, Straits Times, Rabu (1/6/2011), Sulastri mencoba gantung diri di hostel PRT pada Sabtu, 28 Mei lalu.
Seorang staf hostel mengatakan, WNI tersebut diduga depresi karena telah tiga kali mengikuti tes masuk bahasa Inggris namun selalu tidak lulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kegagalan tes bahasa Inggris itu, Sulastri berarti harus kembali ke Indonesia. Hal itu membuat Sulastri tertekan karena tidak tahu bagaimana melunasi utang-utangnya saat akan pergi ke Singapura.
Sesuai aturan Kementerian Tenaga Kerja Singapura, semua PRT baru di Singapura harus lulus tes Masuk Pekerja Rumah Tangga Asing dalam waktu tiga hari setelah kedatangan mereka di negeri Singa itu. Sulastri yang telah menikah dan memiliki seorang anak itu, mengikuti tes Bahasa Inggris pada Rabu, Kamis dan Jumat pekan lalu. Namun selalu gagal.
Pada Sabtu, 28 Mei lalu, wanita itu ditemukan tergantung di toilet lantai dua hostel tempat dia dan PRT lainnya ditempatkan. Sulastri kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat.
(ita/nrl)











































