"Kami yakin kami sebagai negara bisa menjadi pelopor untuk era baru sumber energi terbarukan," ujar Kanselir Jerman Angela Merkel kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/5/2011).
Dikatakan Merkel, perubahan mendasar kebijakan energi negeri itu akan membuka peluang-peluang baru untuk bisnis juga perlindungan iklim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pembahasan yang berlangsung maraton pada Senin, 30 Mei dini hari waktu setempat, pemerintahan koalisi Jerman memutuskan untuk menutup keseluruhan 17 reaktor nuklirnya secara bertahap. Penutupan itu akan selesai pada tahun 2022 mendatang.
"Kami ingin listrik di masa depan akan lebih aman dan juga terjangkau dan terpercaya," kata Merkel.
Keputusan ini dipicu oleh keadaan darurat nuklir yang terjadi di PLTN Fukushima, Jepang sejak Maret lalu. Hingga kini, krisis nuklir di Fukushima tersebut masih terus berlangsung.
(ita/nrl)











































