Seorang pejabat Kementerian Kehakiman Libya Ibrahim Boukhzam mengatakan bahwa kedua pengacara Prancis itu telah menawarkan diri untuk mewakili keluarga-keluarga yang menjadi korban serangan udara NATO. Kedua pengacara itu bernama Jacques Verges dan Roland Dumas.
"Kedua pengacara itu akan mengajukan gugatan di pengadilan-pengadilan Prancis atas nama keluarga warga Libya," kata Boukhzam dalam konferensi pers di Tripoli, ibukota Libya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menghancurkan tembok kebisuan," tegas Verges.
Sementara Dumas mengatakan, misi NATO yang dimaksudkan melindungi warga sipil, pada kenyataannya malah membunuhi warga. Dumas mengecam apa yang disebutnya sebagai "penyerangan brutal terhadap negara berdaulat".
Mantan menteri dari Partai Sosialis itu juga mengaku siap membela Muammar Khadafi jika pemimpin Libya itu dibawa ke mahkamah kejahatan internasional di Den Haag, Belanda.
Pada 19 Maret lalu, Sarkozy mengumumkan dimulainya aksi militer di Libya yang didukung oleh negara-negara Barat dan sekutu Arab. Pesawat tempur Prancis merupakan yang pertama menerapkan zona larangan terbang atas Libya sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan belum lama ini.
(ita/nrl)











































